KMNU-I Apresiasi Sinode Germita Sukseskan Program Kemenag RI

JAKARTA, mejahijau.com – Ormas Sangihe, Talaud, Sitaro bernama Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia (KMNU-I) sambut baik terobosan Sinode Germita yang dipimpin Ketua Umum DR Arnold Apolos Abbas, MT.h.

Ormas KMNU-I menilai, program menjaga keseimbangan lingkungan dari Kemenag RI merupakan langkah strategis mempertemukan iman, kepemimpinan, kebudayaan, lingkungan hidup, dan kepentingan pembangunan daerah kepulauan.

Program Tiga Harmoni Kementerian Agama mengenai Harmoni Manusia dengan Tuhan, Harmoni Manusia dengan Sesama, dan Harmoni Manusia dengan Alam atau Lingkungan, memang mutlak patut didukung oleh seluruh stakeholders.

“DPP KMNU-I memandang rencana Desa Eko Teologi memiliki makna politis pembangunan yang sangat strategis,” ungkap Ketua Umum DPP KMNU-I, Eugenius Paransi MH kepada redaksi media ini, (Rabu, 19/08/2026).

Lanjut dikatakan, Talaud bukan sekadar wilayah kepulauan yang berada di beranda depan NKRI.

Kabupaten Talaud adalah beranda Indonesia di kawasan perbatasan, sekaligus bagian penting dari identitas Nusa Utara yang memiliki sejarah, budaya, iman, dan hubungan kuat dengan laut serta alam.

Kepedulian terhadap lingkungan di Talaud tak boleh dipandang sebagai isu lokal semata. Menjaga laut, hutan, pesisir, pulau-pulau kecil, dan ekosistem daerah ini bagian dari menjaga martabat dan kewibawaan masyarakat di gugusan kepulauan Nusa Utara.

Dalam perspektif politik pembangunan, kata dia, Desa Eko Teologi dapat menjadi model bahwa daerah kepulauan mampu melahirkan gagasan pembangunan yang berakar pada nilai agama dan kearifan lokal.

Teologi Menjadi Gerakan Nyata.

Secara teologis, manusia tidak ditempatkan sebagai penguasa yang bebas mengeksploitasi alam.

Melainkan sebagai bagian dari ciptaan yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat kehidupan.

Sebab iman tidak berhenti di ruang-ruang ibadah saja. Iman harus hadir dalam tindakan nyata, seperti menjaga keseimbangan lingkungan, mengurangi kerusakan alam, melindungi laut, menanam pohon, menjaga sumber air, serta mewariskan lingkungan yang sehat kepada generasi berikutnya.

“Teologi yang hidup adalah teologi yang mampu menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan manusia dan kelestarian ciptaan-Nya,” pungkas Eugenius Paransi.

Sebelumnya, guna menyukseskan program Kemenag RI, Ketua Umum Sinode Germita DR Arnold Apolos Abbas, MT.h menemui Menteri Agama RI KH DR Nazaruddin Umar, M.A di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Selasa, (18/08/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi gugusan kepulauan Nusa Utara terkhususnya Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sebagai pucuk pimpinan Sinode Germita (Gereja Masehi Injili di Talaud), DR Arnold Abbas mempersiapkan rencana pencanangan Desa Eko Teologi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Oktober 2026 mendatang.

Diketahui, Kementrian Agama memiliki program unggulan Tiga Harmoni, yaitu Harmoni Manusia dengan Tuhan, Harmoni Manusia dengan Sesama, serta Harmoni Manusia dengan Alam Lingkungan (Ekologi).

“Ini diseriusi Sinode Germita sebagai implementasi tiga program harmonis antara manusia beragama dengan lingkungannya,” kata Arnold Abbas.

Lanjut dikatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Bupati Talaud Welly Titah untuk suksesnya program nasional Kemenag RI itu.

“Respon Bupati Talaud sangat positif, tujuannya demi meminimais kerusakan lingungan di beranda utara NKRI,” katanya.

Usai pertemuan dengan Menteri Agama KH DR Nazaruddin Umar, M.A, Ketum Sinode Germita Arnold Abbas langsung yang menemui Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI DR Jeane M Tulung.

Kepada Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Ketum Sinode Germita Arnold Abbas didampingi Godfried Timpua selaku Ketua Panitia SLMS (Sidang Lengkap Majelis Sinode) Germita tahun 2027.

Penatua Godfried Timpua berencana menghadirkan Menteri Agama RI dalam pesta iman gerejawi, sekaligus memohon Menteri Agama menjadi narasumber Moderasi Berbagama dan Nasionalisme di daerah perbatasan NKRI itu.

“Kami telah menyampaikan rincian kesiapan Sinode Germita atas program tersebut. Kita tinggal melakukan koordinasi lagi serta memantapkannya dengan Gubernur Sulut,” katanya sembari meminta dukungan penuh masyarakat Kabupaten Talaud.

Ditegaskan DR Arnold Abbas, keseimbangan lingkungan salah satu isu sentral yang urgensinya tidak dapat ditawar-tawar lagi.(*)